Connect with us

Berita Olahraga

Asian Games Aichi-Nagoya 2026, 4 Medali Diraih Atlet Sepak Takraw RI

Published

on

Asian Games Aichi-Nagoya 2026, tim sepak takraw RI [liputan6]

Jakarta, Bindo.id – Tim sepak takraw Indonesia meraih 4 medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Kontingen Merah Putih telah berhasil membawa pulang 1 perak dan 3 perunggu dari 4 nomor yang diikuti.

Catatan ini cukup positif sebab Indonesia selalu memperoleh medali di setiap nomor yang diikuti. Hasil tersebut diraih meskipun skuad Merah Putih harus menghadapi keterbatasan jumlah pemain saat berlangsungnya turnamen.

Sebenarnya peluang meraih emas terbuka lebar dari nomor men’s quadrant. Muhammad Hardiansyah Muliang beserta kawan-kawan bahkan bisa memberi perlawanan sengit kepada tuan rumah Jepang di laga final.

Pertandingan yang digelar di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium pada Sabtu (3/10/2026), Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang setelah melewati pertarungan 3 set.

Di set pembuka, Merah Putih kalah tipis 15-17. Indonesia pun menunjukkan respons positif dengan merebut set kedua 15-9 serta memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Persaingan pun kembali berlangsung ketat di set ketiga. Akan tetapi, Jepang akhirnya menang 15-13. Kemenangan Jepang ini memastikan medali emas, sedangkan Indonesia harus puas memdapatkan perak

Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI), Surianto, tetap mengapresiasi para atlet. Ia mengatakan keberhasilan meraih medali di semua nomor merupakan pencapaian penting untuk sepak takraw Indonesia.

“Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena hanya bisa mempersembahkan perak di nomor men’s quadrant. Namun, ini merupakan prestasi luar biasa karena kami berhasil meraih medali di semua nomor. Dari empat nomor, semuanya mendapatkan medali, yakni satu perak dan tiga perunggu,” tutur Surianto ketika ditemui awak media di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (4/10/2026).

Kendala Pemain Indonesia

Surianto menyebut salah satu masalah terbesar yang dihadapi Indonesia selama Asian Games 2026 yakni jumlah pemain terbatas.

Baca Juga  Desak Made Raih Emas Dan Cetak Rekor Asian Games 2026 

Kondisi itu menyebabkan ruang untuk melakukan rotasi jadi sangat terbatas.

Para atlet harus tampil dengan kondisi fisik yang terus terkuras sebab minimnya pemain pengganti.

Situasi Indonesia berbeda dengan beberapa negara pesaing yang memiliki kedalaman skuad lebih baik.

“Dengan jumlah pemain yang pas-pasan di ajang sebesar Asian Games, Alhamdulillah, kami bisa meraih empat medali di setiap nomor yang diikuti. Walaupun tidak meraih emas, faktor kelelahan menjadi kendala karena tidak ada pemain pengganti, sedangkan negara lain memiliki cukup banyak pemain pelapis,” ujar Surianto.

Harapan PSTI, kondisi ini mendapat perhatian dari pemerintah. Penambahan jumlah atlet dan dukungan fasilitas dianggap penting supaya persiapan tim nasional sepak takraw bisa semakin optimal.

Pemain Muda Jadi Modal Regenerasi

Di balik kegagalan meraih emas, PSTI melihat ada masa depan menjanjikan dari skuad yang dibawa ke Aichi-Nagoya.

Beberapa pemain Indonesia usianya masih sangat muda, yaitu sekitar 17 hingga 19 tahun.

Diharapkan pengalaman bertanding menghadapi pemain-pemain terbaik Asia bisa mempercepat perkembangan mereka.

Para pemain muda itu diproyeksikan jadi tulang punggung Indonesia di turnamen selanjutnya.

“Insyaallah, di SEA Games atau Asian Games di Doha, kami dapat memberikan yang terbaik. Kami berharap atlet-atlet junior bisa mempersembahkan hasil maksimal. Sebab, kami diperkuat atlet muda, ada yang berusia 17, 18, dan 19 tahun. Kami berharap regenerasi terus berjalan,” ujarnya.

PSTI juga berencana akan memperkuat pembinaan lewat kompetisi domestik. Salah satunya dengan mengadakan Liga Utama Sepak Takraw mulai tanggal 28 November 2026 di Jakarta.

Ajang ini akan jadi liga sepak takraw perdana di Indonesia. Harapannya,  adanya kompetisi ini bisa menambah jam terbang pemain serta menjadi tempat pencarian talenta baru untuk tim nasional.

Baca Juga  PBSI Apresiasi Tim Bulutangkis Putra Usai Dapat Medali Emas Di Asian Games 2026

Gagal Rebut Emas

Kapten Indonesia, Muhammad Hardiansyah Muliang, tidak menutupi rasa kecewanya usai gagal meraih emas dari men’s quadrant.

Indonesia dianggap memiliki peluang besar mengalahkan Jepang. Kedua tim telah beberapa kali bertemu sehingga karakter permainan masing-masing bukanlah sesuatu yang asing.

Hardiansyah mengatakan faktor teknis dan strategi akhirnya menentukan hasil pertandingan.

“Sebenarnya kami sudah tahu strategi masing-masing karena sudah sering bertemu. Kemarin kami kalah secara teknis. Pada set ketiga, selisih angkanya hanya dua poin. Jadi, kami kalah dalam strategi,” tutur Hardiansyah.

Meskipun belum berhasil meraih emas belum, perolehan 1 perak dan 3 perunggu membuktikan Indonesia masih bisa bersaing di level Asia.

Hasil Asian Games 2026 sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat kedalaman skuad serta menjaga regenerasi pemain.

Mayoritas pemain muda dan rencana bergulirnya kompetisi nasional, PSTI berharap prestasi sepak takraw Indonesia bisa terus meningkat.

Selanjutnya ditargetkan bisa menghasilkan pencapaian lebih tinggi di SEA Games 2027 maupun Asian Games mendatang.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *